Berkabarnews.com, Inhil - Ledakan hebat yang menyebabkan kebakaran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (2/1/2026) sore akhirnya padam setelah gas di dalam pipa habis.
Ternyata kebakaran ini menyisakan lubang besar sedalam kira-kira 5 meter di lokasi ledakan. Saat kebakaran terjadi api menyembur hingga setinggi 15 meter.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansyah, api padam pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, setelah berkobar selama kurang lebih 14 jam.
“Api sudah padam tadi subuh sekitar jam 05.00 WIB. Kondisi di lokasi sudah kondusif,” ujar Arliansyah, Sabtu (3/1/2026).
Kebakaran ini katanya, bermula pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Semburan gas dari pipa memicu kobaran api besar dengan ketinggian mencapai sekitar 15 meter. Petugas pemadam kebakaran tidak dapat memadamkan api secara langsung karena sumber api berasal dari gas bertekanan di dalam pipa.
“Kita memang tidak bisa memadamkan api itu. Oleh pihak pengelola PT TGI, saluran pipa gas ditutup. Api yang muncul tinggal menghabiskan sisa gas di dalam pipa. Kita hanya bisa menunggu sampai gasnya habis,” ujar Arliansyah.
Menurutnya, upaya pemadaman hanya difokuskan pada objek lain yang terdampak, seperti rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Setelah api padam, dampak ledakan terlihat jelas di lokasi pipa gas. Tanah di sekitar titik kebocoran ambles membentuk lubang besar.
“Lubang itu akibat dampak ledakan. Kedalamannya sekitar 4 sampai 5 meter,” kata Arliansyah.
Sebelumnya diberitakan, insiden tersebut sempat membuat warga panik dan berdampak pada permukiman serta arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Sumatera.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, membenarkan pipa gas yang meledak merupakan milik PT Trans Gas Indonesia (TGI). “Pipa gas mengalami kebocoran sehingga menimbulkan ledakan dan kebakaran,” kata Anom.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait langsung melakukan pengamanan dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian demi keselamatan.**/ald
Komentar Anda :