Berkabarnews.com, Aceh - Pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Polri terus hadir sejak awal hingga saat ini di tengah masyarakat yang terdampak. Kehadiran Polri difokuskan pada pemenuhan kebutuhan paling mendasar warga, khususnya ketersediaan air bersih yang sempat terganggu akibat bencana.
Melalui langkah cepat dan terukur, Polri membangun serta mengaktifkan ratusan sarana sumur bor air bersih agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara layak dan aman. Hingga saat ini, Polri telah membangun 177 titik sumur bor air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang yang tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa. Seluruhnya telah aktif.
Pembangunan dilakukan di berbagai lokasi strategis, mulai dari tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, area publik, permukiman warga, hingga lokasi pengungsian, sehingga akses air bersih dapat menjangkau masyarakat secara luas dan merata.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko Selasa (6/1/2025) menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan pascabencana.
Menurutnya, Polri bergerak cepat memastikan masyarakat dapat segera mengakses air bersih melalui pembangunan sumur bor yang tersebar di berbagai fasilitas publik dan permukiman. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman serta nyaman.
Ia menambahkan bahwa seluruh sumur bor air bersih yang telah dibangun tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat sebagai bentuk komitmen Polri untuk memastikan setiap bantuan dan informasi penting segera diketahui serta dirasakan langsung oleh warga terdampak bencana.
Secara keseluruhan di Provinsi Aceh, Polri menargetkan pembangunan 389 titik sumur bor air bersih, yang terdiri dari 300 titik di Kabupaten Aceh Tamiang dan 89 titik di kabupaten/kota lainnya. Hingga Senin, 5 Januari 2026 pukul 23.00 WIB, total 208 titik sumur bor telah terealisasi dan dibangun di wilayah hukum Polda Aceh, dengan sebagian besar telah aktif dan dimanfaatkan masyarakat.
Di Kabupaten Aceh Utara, Polri telah membangun 9 titik yang seluruhnya aktif. Kabupaten Pidie Jaya tercatat memiliki 5 titik, terdiri dari 1 titik aktif dan 4 titik masih dalam proses pembangunan. Sementara itu, masing-masing 1 titik sumur bor aktif telah dibangun di Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, dan Kabupaten Pidie.
Di Kota Langsa, terdapat 7 titik yang seluruhnya aktif, sedangkan di Kabupaten Aceh Timur terdapat 9 titik aktif. Adapun di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Singkil, masing-masing telah dibangun 2 titik dan seluruhnya telah berfungsi.
Polri memastikan pembangunan sumur bor air bersih di Aceh akan terus dilanjutkan hingga seluruh target terpenuhi. Upaya ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana banjir bandang di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.**/ara
Komentar Anda :