LAM Riau Ingatkan Pentingnya Melestarikan Tari Zapin sebagai Budaya
Sabtu, 10-01-2026 - 18:54:32 WIB
TERKAIT:
   
 

Berkabarnews.com, Pekanbaru - Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf mengatakan, Tari Zapin  bukan sekadar warisan seni, tetapi juga simbol identitas sekaligus potensi besar dalam pengembangan pariwisata budaya di Riau. 

Karena itu, katanya, menjaga pelestariannya sangat penting dilakukan terlebih dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. "Keberagaman budaya di Riau harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan," kata Marjohan, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, setiap masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menghormati budaya lain tanpa melupakan jati diri budayanya sendiri. Sehingga, nilai-nilai kearifan lokal harus terus hidup agar generasi muda tetap memiliki kebanggaan terhadap identitas daerah.

“Pentingnya kita merawat budaya di tengah tantangan zaman yang rawan perpecahan. Kita dapat menghormati budaya lain namun tetap harus berjalan seiring dengan menjaga dan mengembangkan jati diri budaya sendiri,” kata Marjohan.

Ia mencontohkan, tari zapin sebagai salah satu warisan budaya Melayu yang hingga kini masih eksis di tengah masyarakat. Tarian ini kerap tampil dalam acara pernikahan, kegiatan adat, hingga perayaan hari besar, sehingga memiliki ruang yang luas untuk terus dikembangkan.

Menurut Marjohan, zapin bukan hanya memiliki nilai seni, tetapi juga mengandung pesan moral dan religius yang kuat. Hal ini menjadikan Zapin sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada generasi muda.

Ia juga menyoroti aspek estetika dalam busana penari zapin. Pakaian tradisional Melayu yang dikenakan penari dinilainya mencerminkan nilai kesopanan, keanggunan, serta identitas budaya yang kuat.

“Nilai estetika dalam busana penari Zapin yang mengenakan pakaian tradisional Melayu tentu sangat tertutup, sopan, dan penuh makna simbolik,” ungkapnya.

Dijelaskan, bagi penari laki-laki, penggunaan songkok atau kopiah menjadi simbol kewibawaan dan kesantunan. Sementara, bagi penari perempuan, selendang, bunga, serta hiasan kepala mencerminkan kehalusan budi dan keindahan budaya Melayu.

Marjohan menilai, kekuatan visual dalam tari zapin tersebut dapat menjadi modal besar dalam promosi budaya dan pariwisata. Jika dikemas secara kreatif, zapin dapat berpotensi menjadi atraksi unggulan yang multiplier efek.

"Dengan menjaga tradisi seperti zapin, masyarakat Riau tidak hanya mempertahankan jati diri budayanya, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal," pungkasnya.**/ian

 




 
Berita Lainnya :
  • LAM Riau Ingatkan Pentingnya Melestarikan Tari Zapin sebagai Budaya
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    #1 BNPT: Mengubah Pancasila Berarti Membubarkan Bangsa Indonesia
    #2 Let's Graze with Cows at Padang Mangateh
    #3 JualBuy.com, Startup Asli Anak Riau Resmi Diluncurkan
    #4 Airlangga Hartanto Serahkan SK Pada Adi Sukemi untuk Maju di Pilkada Pelalawan
    #5 Polda Riau Selidiki Uang BLT Covid-19 yang Diselewengkan
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Budaya
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2025 berkabarnews.com, all rights reserved