Berkabarnews.com, Pekanbaru - Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, pada awal tahun ini ada 10 kabupaten/kota mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dengan total luasan Karhutla mencapai 59,38 Hektare (Ha).
Menurut Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, ke 10 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Dumai dan Pekanbaru.
Untuk Karhutla di Kota Dumai tercatat seluas 7 Ha, Bengkalis 15,01 Ha, Kepulauan Meranti 2,70 Ha, Siak 5,30 Ha, Pekanbaru 8,43 Ha, Kampar 7,25 Ha, Pelalawan 6 Ha, Inhu 1,30 Ha, Inhil 5 Ha dan Kuansing 1,50 Ha.
“Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 200 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 40,” ujarnya.
Saat ini Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan dilokasi. “Laporan dari masing-masing daerah Karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Sudah ada yang padam total dan ada juga yang masih proses pendinginan,” kata Edy.
Sebagai upaya penanganan Karhutla, menurut Edy, saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD Kabupaten/Kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan juga pihak-pihak perusahaan.
“Karena Riau belum menetapkan status siaga darurat Karhutla, saat ini penanganan masih dilakukan oleh masing-masing daerah. Meskipun demikian, koordinasi tetap dilaksanakan agar pemadaman berjalan efektif,” ujarnya.**/ian
Komentar Anda :