Ibu Muda Warga Sei Apit Siak Tewas Diterkam Buaya di Sungai Metas
Jumat, 12-06-2026 - 17:04:40 WIB
 |
| Proses pencarian korban |
Berkabarnews.com, Siak - Nasib tragis menimpa seorang perempuan muda, Pia (22), warga Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, yang ditemukan meninggal dunia setelah diterkam seekor buaya di Sungai Metas, Dusun Mungkal, Kamis (11/6/2026) sore. Korban merupakan suku Akit Anak Rawa, tinggal di Gang Surya RT 01/RW 03, Dusun II, Kampung Penyengat.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban sedang berada di tepian Sungai Metas yang berada di kawasan Dusun Mungkal, dan sungai tersebut selama ini menjadi sumber air bagi warga yang beraktivitas di sekitar kebun sagu di wilayah itu. Saat berada di tepian sungai tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkamnya.
Suami korban yang bernama Kolet (32), yang berada tidak jauh dari lokasi, menyaksikan serangan tersebut. Dalam kondisi panik, ia segera memanggil paman korban, Ahui (48), untuk membantu melakukan pencarian.
"Keduanya berupaya mencari korban di sekitar lokasi kejadian, namun korban tidak berhasil ditemukan karena masih berada dalam cengkeraman buaya," kata seorang warga.
Lokasi kejadian memang berada jauh dari permukiman dan memiliki keterbatasan jaringan komunikasi. Sang suami harus mencari titik sinyal terlebih dahulu untuk menghubungi warga Kampung Penyengat dan meminta bantuan pencarian. Tak lama puluhan warga turun mencari korban.
Setelah upaya pencarian selama kurang lebih tujuh jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB atau Jumat (12/6/2026) dinihari. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat gigitan buaya.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kapal pompong menuju Kampung Penyengat. Sekitar pukul 01.30 WIB, jenazah tiba di Dermaga Tanjung Pal dan selanjutnya dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.
Berdasarkan informasi warga di lokasi, saat kejadian korban bersama sejumlah anggota keluarga sedang melakukan aktivitas pembersihan kebun sagu yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Karena jarak yang jauh, mereka memilih menginap sementara di sekitar kawasan kebun dan memanfaatkan Sungai Metas untuk mandi serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.**/ald
Komentar Anda :