Gelombang Panas di Eropa Sedikitnya Sudah Tewaskan 14.000 Orang
Rabu, 15-07-2026 - 12:53:15 WIB
Gelombang panas
TERKAIT:
   
 

Berkabarnews.com, Jakarta - Benua Eropa dilanda fenomena gelombang terburuk yang pernah tercatat. Suhu yang mematikan ini memecahkan rekor di berbagai negara, Jerman mencatat suhu hingga 41,7°C dan Polandia mencapai 40,5°C. Gelombang panas juga memicu angka kematian yang cukup tinggi.

Politico melaporkan, data kematian awal dan estimasi peneliti menunjukkan sedikitnya 14.000 orang meninggal di enam negara Eropa yang paling terdampak gelombang panas pada akhir Juni, jauh di atas tingkat kematian normal.

Pada paruh kedua Juni, sekitar 2.000 kematian dini tercatat di Prancis, 1.740 di Belgia, 6.800 di Jerman, dan 480 di Belanda, ungkap laporan yang dirilis Senin (13/7/2026). Spanyol dan Inggris juga terdampak gelombang panas dengan masing-masing sekitar 810 dan 2.200 kematian selama periode yang sama.

Laporan tersebut menyebut, kematian itu diduga berkaitan dengan gelombang panas karena para peneliti tidak menemukan penyebab lain atau ancaman kesehatan masyarakat yang dapat menjelaskan lonjakan kematian tersebut.

Pada pekan terakhir Juni, sejumlah negara Eropa mencatat rekor suhu tertinggi baru selama periode gelombang panas. Para ahli menjelaskan bahwa suhu ekstrem ini dipicu oleh fenomena "kubah panas" (heat dome), di mana udara yang turun terkompresi dan memanas, sehingga mencegah terbentuknya awan. 

Kondisi ini sering kali ditopang oleh pola cuaca omega block yang mengunci sistem udara panas di satu wilayah selama berhari-hari. 

Kondisi Indonesia
Sementara itu Berdasarkan penjelasan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena gelombang panas (heatwave) secara teknis tidak terjadi di Indonesia. Gelombang panas umumnya terjadi di lintang menengah-tinggi akibat udara panas yang terperangkap dalam sistem tekanan tinggi berskala luas. 

Sebaliknya, Indonesia yang berada di wilayah ekuator memiliki variabilitas cuaca yang cepat dan dinamika atmosfer yang berbeda. Yang umumnya terjadi di Indonesia hanyalah peningkatan suhu panas harian akibat cuaca cerah dan rendahnya tutupan awan pada siang hari, terutama saat memasuki musim kemarau.**/ara

 




 
Berita Lainnya :
  • Gelombang Panas di Eropa Sedikitnya Sudah Tewaskan 14.000 Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Budaya
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2025 berkabarnews.com, all rights reserved