Berkabarnews.com, Jakarta - Operasionalisasi penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 33 penerbangan terdampak, 16 di antaranya berupa pembatalan penerbangan internasional.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, pihaknya terus memantau dan berkoordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasionalisasi penerbangan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
"Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Minggu (6/9/2026), Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB," kata Lukman.
Penutupan ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu (6/9/2026) dinihari pukul 00.35 WIB-01.05 WIB, yang menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta. Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat (17/6/2022) siang. Gunung api itu mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 700 meter.
Untuk penerbangan internasional ada 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Rute penerbangan yang terkena dampak ialah penerbangan menuju dan dari Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).
Penerbangan domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 penerbangan yang dialihkan. Rute penerbangan yang terdampak adalah penerbangan dari dan ke Lampung (TKG), menuju Denpasar (DPS) dan menuju Surabaya (SUB).
Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan pada 6 September 2026. Hal ini mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, dan kapasitas terminal.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai. Penyesuaian operasionalisasi penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," katanya, dilansir Kompas.com.
Ditjen Perhubungan Udara mengimbau masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait dengan status penerbangannya dan mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan jadwal.**/ara
Komentar Anda :