Berkabarnews.com, Pekanbaru - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi melepas 56 kafilah Riau yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tenga, dan menekankan pentingnya menjaga akhlak dan marwah daerah.
Menurut Syahrial, kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan menyampaikan kandungan Al-Qur’an harus berjalan seiring dengan sikap dan kepribadian yang baik. “Pesan utama Bapak Gubernur Riau adalah tetap menjaga akhlak, karena ada yang lebih tinggi daripada ilmu. Ilmu yang tinggi harus berjalan bersama sikap dan kepribadian yang baik,” ujarnya.
Sekda juga mengingatkan bahwa para peserta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Kafilah Provinsi Riau serta marwah daerah. Karena itu, seluruh peserta diminta menunjukkan sikap yang mencerminkan tradisi keislaman dan budaya Melayu yang menjadi bagian dari identitas Riau.
“Saudara-saudara sekalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa nama Kafilah Provinsi Riau dan membawa marwah daerah. Tunjukkan bahwa Riau memiliki tradisi keislaman dan budaya Melayu yang kuat,” kata Syahrial.
Syahrial juga meminta para peserta menghormati orang tua, guru, pelatih, pendamping, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan hingga keberangkatan ke tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan seorang peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh doa, bimbingan, serta kerja keras banyak pihak yang mendampingi sepanjang proses persiapan.
“Jagalah nama baik Riau, diri sendiri, orang tua yang membesarkan, guru yang mendidik, serta para pelatih yang selama ini membersamai perjuangan saudara-saudara sekalian. Hargai seluruh proses dan perjuangan yang telah dilakukan hingga saudara-saudara dapat berada pada tahap ini,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh kafilah dapat tampil dengan penuh keyakinan, menjaga kesehatan, tetap kompak, serta mampu memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti MTQ Nasional XXXI.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, mengatakan MTQ tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membentuk karakter generasi muda.
“MTQ bukan semata-mata ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui MTQ, kita berharap lahir generasi Qurani yang memiliki kemampuan sekaligus akhlak dan karakter yang baik,” ujarnya.**/ian
Komentar Anda :