BMKG: Mulai November Riau Masuk Musim Penghujan Tapi Ekstrem, Waspadai Banjir
Rabu, 23-09-2026 - 14:41:54 WIB
Kepala BMKG beri keterangan pers
TERKAIT:
   
 

Berkabarnews.com, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa saat ini merupakan masa peralihan musim dan sebagian wilayah utara Riau sudah turun hujan dengan intensitas jauh lebih tinggi. Kondisi tersebut secara bertahap akan bergerak menuju wilayah bagian selatan pada bulan berikutnya.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, setelah bertemu dengan Plt Gubernur Riau untuk membahas prakiraan musim penghujan, potensi cuaca ekstrem, serta strategi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, masa peralihan musim ini perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. 

"Kita sudah bertemu dengan Pak Plt Gubernur Riau terkait dengan prakiraan musim penghujan. Ada beberapa poin penting terkait masa peralihan musim, potensi cuaca ekstrem, dan strategi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Saat ini, wilayah Riau sedang berada dalam fase peralihan ke musim penghujan," ujar Warjono di Kantor Gubernur Riau, Rabu (23/09/2026).

Ia menjelaskan, sebagian wilayah utara seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan sebagian Bengkalis sudah mulai memasuki musim hujan. Pada bulan depan, curah hujan akan bergeser ke wilayah selatan, meliputi Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Puncak musim penghujan di Riau diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember. Meski durasinya relatif singkat, curah hujan yang turun diperkirakan memiliki volume cukup tinggi sehingga perlu diantisipasi.

"Puncak musim penghujan diprediksi akan terjadi pada bulan November hingga Desember. Musim penghujan kali ini berdurasi cukup singkat, namun memiliki volume curah hujan yang sangat tinggi," katanya.

Warjono menjelaskan, kondisi tersebut seperti curah hujan selama enam bulan tetapi harus turun dalam periode empat bulan. Akibatnya, hujan dapat terjadi dengan intensitas tinggi pada waktu singkat dan berpotensi memicu kondisi cuaca ekstrem.

"Diibaratkan seperti hujan enam bulan yang harus turun dalam waktu empat bulan, sehingga intensitasnya akan sangat deras dalam waktu singkat. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir di sejumlah wilayah," ungkap Warjono.

Menurut Warjono, masuknya musim penghujan bukan berarti ancaman Karhutla sepenuhnya berakhir, karena masih terdapat periode tertentu ketika curah hujan rendah yang dapat menyebabkan kondisi lahan kembali kering dan berpotensi memicu kebakaran.**/ian

 




 
Berita Lainnya :
  • BMKG: Mulai November Riau Masuk Musim Penghujan Tapi Ekstrem, Waspadai Banjir
  •  
    Komentar Anda :

     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Budaya
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2025 berkabarnews.com, all rights reserved