Bandara Riyadh Diserang Houthi, KBRI Imbau WNI Hindari Lokasi Rawan
Senin, 12-10-2026 - 07:05:35 WIB
 |
| Bandara Riyadh Diserang Houthi |
Berkabarnews.com, Arab Saudi - Menyusul serangan kelompok Houthi Yaman ke Bandara Internasional King Khalid Riyadh, Warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Arab Saudi, khususnya Riyadh, diimbau meningkatkan kewapadaan dan menghindari tempat-tenpat yang menjadi titik kerawanan.
Dalam keterangan KBRI Riyadh yang dirilis Minggu (11/10/2026), mengungkapkan, sejauh ini KBRI belum memperoleh laporan tentang adanya WNI terdampak serangan Houthi. Kendati demikian, informasi mengenai korban WNI masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
WNI juga diminta tetap tenang dan mematuhi arahan otoritas setempat serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi. Sementara WNI yang hendak melakukan perjalanan dari dan menuju Saudi, diimbau mengonfirmasi kembali status perjalanannya kepada maskapai yang digunakan sebelum menuju bandara.
“Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh mengimbau seluruh warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi, khususnya wilayah Riyadh, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan, terutama area Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,” tulis KBRI Riyadh.
“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada/tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” lanjut keterangan KBRI Riyadh.
Sementara itu serangan Houthi berdampak pada penghentian sementara operasional Bandara Internasional King Khalid. Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, operasional bandara dihentikan sementara hingga pemeriksaan dan penilaian yang diperlukan selesai dilakukan guna memastikan keselamatan fasilitas bandara, melalui koordinasi dengan otoritas terkait.
Serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh juga masih terjadi pada Minggu (11/10/2026) dan serangan tersebut juga menimbulkan korban jiwa.**/ara
Komentar Anda :