Sejarah Penggantian Kiswah Kain Penutup Ka'bah: Mengikuti Teladan Nabi Muhammad SAW
Minggu, 07-07-2024 - 20:52:36 WIB
Ka'bah dimasa lalu
TERKAIT:
   
 

BNEWS - Kiswah atau kain penutup Ka'bah diganti dan dipasang hari ini, Minggu (7/7/2024) atau sehari setelah Tahun Baru Islam (1 Muharam). Kiswah diganti mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Diriwayatkan bahwa setelah penaklukan Kota Makkah pada tahun kesembilan Hijriah, Nabi Muhammad SAW menutupi Ka'bah dengan kain Yaman saat beliau melakukan haji wada.

Nabi Muhammad SAW menutupinya dengan kain Yaman bergaris-garis putih dan merah, dan Abu Bakar Al-Siddiq, Umar bin Al-Khattab, dan Utsman bin Affan menutupinya dengan kain putih. Ibnu Al-Zubayr menutupinya dengan kain brokat merah.

Selama era Abbasiyah, kain kiswah pernah dilapisi kain putih dan sekali lagi kain merah. Sementara Sultan Seljuk melapisinya dengan brokat kuning. Khalifah Abbasiyah Al-Nassir mengubah warna kiswah menjadi hijau dan kemudian menjadi brokat hitam, dan warna ini tetap bertahan hingga saat ini.

Dr Fawaz Al-Dahas, direktur Pusat Sejarah Makkah, mengatakan bahwa Ka’bah pernah ditutupi dengan warna putih, merah, dan hitam, dan pilihan warnanya didasarkan pada kondisi keuangan di setiap era.

Kain Qubati dibawa dari Mesir dan merupakan salah satu jenis kain terbaik yang digunakan untuk menutupi Ka'bah. Kiswah Yaman juga merupakan kain berkualitas dan paling terkenal pada saat itu.

Mengenai mengapa warna berubah seiring waktu, Al-Dahas mengatakan bahwa putih adalah warna yang paling terang, tetapi tidak tahan lama. Warna putih sering robek, kotor setelah banyak disentuh jemaah. Karena tidak praktis atau tidak tahan lama, warna putih diganti dengan brokat hitam-putih dan shimla, yang digunakan untuk menutupi tenda-tenda Arab.

“Berbagai kondisi keuangan memengaruhi jenis kain yang digunakan untuk kiswah Ka'bah,” tambah Al-Dahas, dilansir beritasatu.com.

Ia mencatat bahwa cara manusia memandang kiswah berevolusi setelah itu, dan diganti dengan brokat merah dan kain qubati Mesir. Juga, antaa, yang merupakan permadani dari kulit.

“Kiswah dulunya sering diganti setiap kali kainnya tersedia. Hal ini terjadi di era Kekhalifahan Rashidun, Umayyah, dan Abbasiyah,” katanya.

Hitam akhirnya dipilih pada akhir era Abbasiyah karena warna ini tahan lama dan dapat menahan sentuhan jemaah dari penjuru dunia.

Dengan berlanjutnya musim umrah, Al-Dahas mengatakan bahwa kiswah diangkat ke tengah Ka'bah untuk menjaganya dan mencegah orang menyentuhnya.

Buku-buku sejarah menceritakan tentang orang pertama yang menutup Ka'bah pada masa jahiliyah, yaitu Tubbaa Al-Humairi, raja Yaman. Disebutkan bahwa ia menutup Ka'bah pada masa jahiliyah setelah ia mengunjungi Makkah dan memasukinya.

Para ahli sejarah yang mengkhususkan diri dalam sejarah Ka'bah menyebutkan dalam beberapa catatan bahwa Al-Humairi menutupi Ka'bah dengan kain tebal yang disebut khasf dan kemudian dengan Maafir, yang aslinya dinamai menurut nama kota kuno di Yaman tempat kain Maafir dibuat.

Ia kemudian menutupinya dengan milaa, kain tipis dan lembut yang dikenal sebagai rabitah. Setelah itu, ia menutupi Ka'bah dengan wasael, kain Yaman bergaris merah.

Para penerus Al-Humairi menggunakan penutup kulit dan qubati, dan banyak lainnya pada era pra-Islam, Menutupi Ka'bah dianggap sebagai kewajiban agama dan kehormatan besar.

Beberapa catatan menunjukkan bahwa kiswah pada saat itu berlapis-lapis di Ka'bah, dan ketika menjadi berat atau usang, maka kiswah tersebut dilepas atau dibagi.

Para sejarawan mengonfirmasi dalam sebuah catatan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang pertama dalam Islam yang menutupi Ka'bah dengan qubati, yang merupakan kain putih tipis yang dibuat di Mesir.**




 
Berita Lainnya :
  • Sejarah Penggantian Kiswah Kain Penutup Ka'bah: Mengikuti Teladan Nabi Muhammad SAW
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    #1 BNPT: Mengubah Pancasila Berarti Membubarkan Bangsa Indonesia
    #2 Let's Graze with Cows at Padang Mangateh
    #3 JualBuy.com, Startup Asli Anak Riau Resmi Diluncurkan
    #4 Airlangga Hartanto Serahkan SK Pada Adi Sukemi untuk Maju di Pilkada Pelalawan
    #5 Polda Riau Selidiki Uang BLT Covid-19 yang Diselewengkan
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020 berkabarnews.com, all rights reserved