Hikmah Allah Pemilik Umur, Manusia Tidak Bisa Memperpanjang atau Mempendeknya Senin, 20/04/2026 | 08:56
Foto ilustrasi internet
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Umur manusia sepenuhnya ditentukan oleh Allah SWT. Manusia hanya dapat menerima keputusan Allah SWT tentang umur. Karena itu manusia tidak mengetahui panjang pendek umurnya. Manusia juga tidak bisa mengurangi atau menambah umurnya. Jika ajalnya telah tiba, maka manusia akan mati walaupun ia berusaha mengundurkannya.
Firman Allah SWT: "Dialah (Allah) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menentukan batas waktu hidup (masing-masing). Waktu yang ditentukan (untuk kebangkitan setelah mati) ada pada-Nya. Kemudian, kamu masih meragukannya." (QS al-An'am: 2).
Dan jika ajalnya belum tiba, manusia tetap tidak akan mati walau ia berusaha mempercepat kematiannya. Forman Allah SWT: "Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan." (QS al-A'raf: 34).
Rasulullah SAW melarang umatnya memohon kematian dan bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kamu sekalian mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa agar cepat mati sebelum kematian itu benar-benar datang. Sesungguhnya jika salah seorang di antara kamu sekalian mati, maka terputuslah amalnya. Dan sesungguhnya tidak ada yang dapat menambah umur seorang mukmin kecuali kebaikan yang diperbuatnya."(HR al-Bukhari).
Umur yang diberikan Allah SWT kepada manusia adalah amanat yang harus dijaga dengan baik. Karena itu, harus diisi dengan kebaikan-kebaikan dan amal saleh. Nilai umur manusia tidak ditentukan oleh panjang atau pendeknya, melainkan oleh kualitas amal yang diperbuat semasa hidupnya.
Dalam pandangan Rasulullah SAW, umur yang panjang pada hakikatnya adalah yang diisi dengan perbuatan baik dan amal saleh, sesuai sabda Belia: "Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah ia berbuat baik kepada kedua orang tua dan menjalin silaturrahim dengan sesama." (HR Ahmad).
Panjangnya umur seseorang tidak akan bernilai sama sekali jika tidak diisi dengan amal saleh. Bahkan, boleh jadi usia panjang hanya semakin menjerumuskannya ke dalam azab Allah SWT. Rentang usia yang diisi dengan perbuatan baik dan amal saleh menjadi bukti kualitas hidup di dunia dan akan meninggikan derajat di sisi Allah SWT.
Ketika ditanya tentang siapa orang yang paling baik, Rasulullah SAW menjawab: "'Yaitu orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sedangkan orang yang paling buruk adalah orang yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya." (HR Ahmad).
Setiap Muslim hendaknya menyadari kembali bahwa kematian akan datang tanpa diduga. Kesadaran terhadap hal ini akan memotivasi untuk bersegera mengisi umur di dunia dengan perbuatan baik dan amal saleh.**/republika